MPF Makassar Soroti Aturan Baru Perfilman

LIPUTAN8.COM –Masyarakat Pemantau Film (MPF) Kota Makassar menyatakan sikap terhadap Rancangan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Peremendikbud) RI tentang Pengutamaan dan Perlindungan Terhadap Film dan Insan Film Indonesia.

Dalam Rancangan Permendikbud tersebut, ada beberapa poin yang dinilai MPF masih perlu dievaluasi. Beberapa poin yang dimaksud dinilai tidak melindungi, namun malah membunuh perkembangan perfilman tanah air, seperti yang tertuang pada pasal 7 poin 3a sampai e.

“Poin 3a disebutkan bahwa film yang memperoleh penonton sekurang-kurangnya 45 persen dari total kapasitas kursi penonton per pertunjukkan disebuah bioskop wajib dilanjutkan penayangannya. Ini perlu di revisi karena bisa membunuh perfilman lokal,” kata Ketua MPF Makassar, Irwan Azis dalam jumpa persnya di Pizzaria Jl Boulevard, Minggu (26/6/2016).

Lebih jauh dia menjelaskan, poin 3b berbunyi film yang memperoleh penonton antara 15 % penonton pada hari pertama dapat dikurangi jam penayangannya, poin 3c, yakni film yang memperoleh penonton antara 15 % penonton pada hari pertama dilanjutkan dengan penayangan hari kedua.

“Poin 3d adalah batas perolehan penonton pada hari kedua mengikuti ketentuan seperti yang dimaksud pada poin 1 dan 2, poin 3e, yaitu film yang perolehan penontonnya tidak dapat mencapai 15 % penayangan hari pertama maka dapat langsung diturunkan,” urainya.

Pihaknya meminta kepada pemerintah untuk meninjau atau mengevaluasi kembali rancangan tersebut serta membentuk wadah di bawah naungan PT Perfin, karna hanya badan tersebut yang dianggap menjamin dan mendukung perfilman tanah air.

Salin itu, MPF Makassar juga meminta adanya tambahan poin dimana film Indonesia wajib diputar minimum empat kali menembus weekend.(rah/liputan8)