Kejakasaan Dalami Korupsi Perluasan Bandara Hasanuddin

Kantor Kejati Sulselbar

LIPUTAN8.COM – Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulselbar terus menelusuri dugaan korupsi pada proyek perluasan Bandara International Sultan Hasanuddin, Maros. Kejati mengindikasikan terjadi salah bayar terhadap orang-orang yang bukan pemilik lahan di lokasi tersebut.

Kepala Seksi Penerangan Hukum Kejari Sulselbar, Salahuddin mengatakan, tim intelejen telah melakukan ekspose internal terhadap masalah perluasan angkasa pura. “Tim intel tadi telah melakukan ekspose soal dugaan mark up pembayaran ganti rugi lahan pada proyek perluasan Bandara International Sultan Hasanuddin, agar kasus tersebut dilanjutkan ke tindak pidana khusus,” katanya.

Pada pertemuan tertutup tersebut, tim intelijen telah melakukan pemaparan dan menganggap kasus tersebut sudah full Bahan dan Keterangan (Baket) yang melanggar aturan Perpres nomor 71 tahun 2012. “Dalam gelar perkara tersebut, pimpinan telah memberikan petunjuk untuk menambahkan beberapa poin (bukti) pendalaman agar kedepannya sudah mudah dilanjutkan penyelidikan,” ujarnya.

Namun, lanjut Salahuddin, sesuai saran pimpinan Kejati, tim intelijen akan memenuhi kelengkapan yang dibutuhkan sebelum dialihkan ke tim tindak pidana khusus. “Tim intelijen hanya mencari pelanggaran hukum, ada tidak indikasi perlawanan hukum dalam kasus tersebut,” tambahnya.

Salahuddin menerangkan, dana perluasan Bandara International Sultan Hasanuddin tahun 2015 telah dianggarkan sebesar Rp500 Miliar. “Pembayaran ini sudah tahap ketiga, dengan luas lahan sekitar 60 hektar,” ungkap Salahuddin. (acax/liputan8/rs)