Pria Bunuh Selingkuhannya Karena Kesal Tak Dibelikan Makanan

ilustrasi

LIPUTAN8.COM — Entah apa yang ada dipikiran Haidir Aldin alias Ivan (21) Pemuda Kampung Tiu Dusun Sentosa Desa Lekopancing Kecamatan Tanralili Kabupaten Maros Nekat menghabisi nyawa selingkuhannya,Minggu (15/5) dini hari .

Korban adalah Rampe (49) ditemukan tewas dengan luka tikaman dibagian dada, punggung dan leher korban yang berhasil ditemukan oleh Tim gabungan Resmob Polda Sulselbar dan Polsek Mandai di Persawahan di Jalan Duta Graha Dusun Tinggi Desa Tenrigangkae Kecamatan Mandai Kabupaten Maros.

Kepala Bidang Humas Polda Sulselbar, Kombes Pol Frans Barung Mangera mengatakan pelaku berhasil diamankan oleh tim gabungan Resmob. Pelaku saat ini telah diamankan di Polres Maros.

“Pelaku sudah diamankan di Polres Maros beserta dengan barang buktinya,” kata Frans Barung Mangera di Mapolda Sulselbar, Selasa (17/5/2016).

Lanjut Barung mengatakan dari hasil pemeriksaan, diketahui kalau pelaku nekat menghabisi nyawa korban karena merasa kesal tidak dibelikan makanan saat pelaku diminta untuk mengantar korban menemui suaminya di jalan Panampu Makassar. Dipertengahan jalan pelaku menghentikan kendaraannya dan mengambil gunting yang disimpan di sadel motor pelaku dan langsung menusuk leher korban dan bagian dada korban.

“Pelaku kesal karena tidak dibelikan makanan oleh korban dan selain itu korban juga biasa berlaku kasar kepada pelaku,” ungkap Frans Barung Mangera.

Informasi yang dihimpun, pelaku juga adalah selingkuhan dari korban yang dari hasil pemeriksaan diakui telah melakukan hubungan intim sebanyak 2 kali selama bersama korban. Selain berlaku kasar terhadap terhadap pelaku, korban juga sering dijanji untuk dibayarkan ansuran motornya namun korban tidak membayarkannya padahal pelaku sering membantu korban.

Selain mengamankan pelaku, polisi juga menyita barang bukti berupa sebilah gunting,1 Unit sepeda motor Yamaha Mio Soul nomor Polisi DD 2689 XY yang terdapat bercak darah, celana hitam dan jaket warna hijau dan 2 unit handpone.

Diketahui, korban adalah warga yang tinggal di belakang Pesantren Darul Istiqomah kelurahan Bontoa Kecamatan Mandai Kabupaten Maros Sulawesi Selatan. (Bur/liputan8)