Tak Dapat Kucuran APBN, Stadion Barombong Terbengkalai

LIPUTAN8.COM – Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan menilai Komisi X Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) mengingkari janji untuk membantu proses pembangunan Stadion Barombong. Pasalnya dalam kunjungan Oktober tahun lalu, mereka menjanjikan anggaran yang akan dimasukkan ke dalam APBN 2016.

Namun, selama dua tahun ini, stadion tersebut sama sekali tidak mendapat kucuran anggaran dari pusat.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Sulsel, Muchlis mengungkapkan, dalam tahun anggaran 2015 dan 2016 belum ada anggaran yang diterima pihaknya dari pusat.

“Sebelumnya, memang sudah ada anggaran di tahun 2011 dan 2012. Ini kan pembagian dana, kita harap 2016 ini dari pusat Rp30 miliar. 2015 lalu juga kita minta Rp30 miliar, tapi tidak terealisasi,” kata Muchlis di Kantor Gubernur Sulsel.

Selama ini, menurut Muchlis, proses pembangunan Stadion Barombong hanya menggunakan APBD, dimana tahun lalu sebanyak Rp25 miliar. Sementara, tahun ini dianggarkan Rp17 miliar. Muchlis menyebutkan, pembangunan stadion masih 34 persen.

Sejauh ini, proses pembangunan masih membutuhkan anggaran Rp169 miliar. Anggaran ini untuk tribun yang menghadap ke barat dan bagian sayap stadion. Diketahui, stadion yang berkapasitas 45 hingga 50 ribu penonton tersebut ditargetkan rampung 2018 mendatang.

Sekretaris Daerah Provinsi (Sekprov) Sulsel, Abdul Latif, mengaku telah berbicara banyak soal sarana olahraga di Sulsel bersama Komisi X DPR RI, khsusunya Stadion Barombong. Pihaknya juga berharap pembangunan stadion ini masuk dalam prioritas kementerian olahraga dan pemuda.

“Komisi X hadir disini yang membidangi pendidikan, kepemudaan, olahraga, pariwisata dan perpustakaan. Kita banyak bicara tentang kondisi pendidikan, baik UN. Termasuk masalah pembangunan stadion Barombong. Diskusinya terbatas, di lain waktu akan kita bahas di Jakarta,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua Komisi X DPR RI, Teuku Riefky Harsya dalam kunjungannya ke Sulsel, mengatakan segera membahas semua persoalan terkait pendidikan, pemuda, olahraga, dan pariwisata. Masalah sarana olahraga juga menjadi perhatian utama pihaknya.

“Setelah kembali, kami akan menyurati kementerian dan membahasnya di rapat kerja nantinya. Kita berharap, ada stadion baru di sini sebagai ikon baru,” jelasnya. (mri/fma/liputan8)