TEGAS! Tolak Permintaan Maaf Polisi, Ini Sikap Aktivis HMI Makassar

Hingga malam ini, tampak puluhan mahasiswa masih memblokir jalan Botolempangan Makassar yang berada tepat di depan Sekret HMI Cabang Kota Makassar, Senin (2/5/2016). Bur/liputan8

LIPUTAN8.COM – Pasca penutupan Jalan Bonto Lempangan oleh puluhan kader Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Makassar terkait tindakan membabi buta oleh Anggota Patroli Motor (Patmor) Satuan Sabhara Polrestabes Makassar yang menabrak dan menendang lambang organisasi HMI .

Kepala Satuan Sabhara, Polrestabes Makassar, AKBP R. Hardeny pun akhirnya meminta maaf kepada seluruh mahasiswa yang tergabung dalam aktivis HMI Makassar, di Jl Bonto Lempangan. Pasalnya sore tadi Senin (2/5/2016) sekira pukul 17.30 Wita, 10 Patroli Motor Satuan Sabhara Polrestabes Makassar secara brutal menabrak kursi yang disimpan di depan Sekret HMI Cabang Makassar.

“Jika kalian ingin saya minta maaf, saya minta maaf, jika kalian ingin copot jabatan saya. Bahkan saya juga rela, dan saya siap bertanggung jawab sebagai pimpinan terhadap apa yang dilakukan oleh anak buah saya,” ujarnya kepada mahasiswa.

Rudini, Koordinator aksi mengatakan apa yang dilakukan oleh pihak kepolisian sangatlah tidak manusiawi yang secara sengaja menerobos dan menabrak portal dan lambang sebagai simbol himpunan HMI yang jelas sudah mencederai pergerakan kami .

” Sore tadi kita demo di depan sekret, tiba-tiba datang Patmor Sabhara secara brutal menabrak kursi yang disimpan didepan sekret. Bukan itu saja polisi itu secara sengaja menabrak tiang bendera kami hingga jatuh, kemudian melindas bendera tersebut,” ujar Rudini.

Sementara itu, Ketua HMI Cabang Makassar, Hasan Basri Baso mengatakan pihaknya menghargai permintaan maaf dari pihak kepolisian. “Ini bukan persoalan minta maaf, tapi ini persoalan harga diri himpunan kami,”tegas Hasan.

Ia menjelaskan, tindakan yang dipertontogkan aparat kepolisian didepan kader HMI sangat tidak terpuji dan tidak sepantasnya dilakukan sebagai aparat penegak hukum. “Polisi tidak ada bedanya dengan Begal,” tegas Hasan.

Hingga berita ini diturunkan, aksi demonstrasi dan pemblokiran jalan di Bonto Lempangan oleh kader HMI Cabang Makassar masih berlangsung. (acax/bur/liputan8)