CATAT! Ini Daftar Jenis Penyakit yang Ditanggung BPJS Kesehatan

BPJS Kesehatan

LIPUTAN8.COM – BPJS Kesehatan berusaha memberikan pelayanan kesehatan kepada peserta BPJS untuk memberikan pelayanan kesehatan terhadap semua jenis penyakit yang diderita pasien.

Sekarang hampir semua penyakit ditanggung BPJS Kesehatan. Peserta yang ingin berobat menggunakan kartu BPJS agar mendapatkan jaminan kesehatan yang menjadi hak peserta maka peserta juga harus memenuhi aturan atau prosedur yang berlaku, dimana peserta supaya berobat terlebih dahulu ke faskes 1 yang tertera pada kartu BPJS untuk mendapatkan penanganan pertama.

Jika memang mengharuskan rujuk maka pasien akan dirujuk ke RS yang juga bekerja sama dengan BPJS. Sesuai dengan pedoman pelaksanaan JKN (permenkes 28/2014), bpjs menanggung semua jenis penyakit yang masuk dalam indikasi medis kecuali yang disebutkan secara eksplisit tidak ditanggung, seperti infertilitas, estetika dan lain-lain.

Agar peserta tahu apa saja penyakit yang dapat ditanggung bpjs kesehatan, dan wajib ditangani di faskes 1 sesuai dengan SKDI.

Seperti dilansir di www.panduanbpjs.com, ada sekitar 155 jenis penyakit yang ditanggung BPJS Kesehatan dan Wajib di Faskes 1.

Peserta harus mengetahui tentang ini, jadi tidak serta merta menuntut BPJS Kesehatan yang semestinya tidak kerumah sakit tapi minta ke rumah sakit dengan alasan “Kami kan bayar Iuran !! Kami Punya Hak Dong”.. Tidak gitu juga, semua ada pedoman dan aturan kerja nya :

(liputan8/jpg)

Inilah daftar 155 penyakit yang ditanggung BPJS di FKTP :

Abortus spontan komplit
Abortus mengancam/insipiens
Abortus spontan inkomplit
Alergi makanan
Anemia defisiensi besi
Anemia defisiensi besi pada kehamilan
Angina pektoris
Apendisitis akut
Artritis Osteoartritis
Artritis Reumatoid
Askariasis
Asma Bronkial
Astigmatism ringan
Bell’s Palsy
Benda asing di hidung
Benda asing di konjungtiva
Blefaritis
Bronkritis akut
Buta senja
Cardiorespiratory arrest
Cutaneus larva migran
Delirium yang diinduksi dan tidak diinduksi oleh alkohol atau zat psikoaktif lainnya
Demam dengue, DHF Demam tifoid
Demensia
Dermatitis atopik (kecuali recalcitrant )
Dermatitis kontak alergika
Dermatitis kontak iritan
Dermatitis numularis
Dermatitis seboroik
Tinea kapitis
Tinea barbae
Tinea fasialis
Tinea korporis
Tinea manum
Tinea unguium
Tinea kruris
Tinea pedis
Diabetes melitus tipe 1
Diabetes melitus tipe 2
Disentri basiler dan amuba
Dislipidemia
Eklampsia
Epilepsi
Epistaksis
Exanthematous drug eruption
Fixed drug eruption
Faringitis
Filariasis
Fluor albus/vaginal discharge non gonorhea
Fraktur terbuka, tertutup
Furunkel pada hidung
Gagal jantung akut
Gagal jantung kronik
Gangguan campuran anxietas dan depresi
Gangguan psikotik
Gastritis
Gastroenteritis (termasuk kolera, giardiasis)
Glaukoma akut
Gonore
Hemoroid grade 1-2
Hepatitis A
Hepatitis B
Herpes simpleks tanpa komplikasi
Herpes zoster tanpa komplikasi
Hiperemesis gravidarum
Hiperglikemi hiperosmolar non ketotik
Hipermetropia ringan
Hipertensi esensial
Hiperuricemia (Gout)
Hipoglikemia ringan
HIV AIDS tanpa komplikasi
Hordeolum
Infark miokard
Infark serebral/Stroke
Infeksi pada umbilikus
Infeksi saluran kemih
Influenza
Insomnia
Intoleransi makanan
Kandidiasis mulut
Katarak
Kehamilan normal
Kejang demam
Keracunan makanan
Ketuban Pecah Dini (KPD)
Kolesistitis
Konjungtivitis
Laringitis
Lepra
Leptospirosis (tanpa komplikasi)
Liken simpleks kronis/ neurodermatitis
Limfadenitis
Lipoma
Luka bakar derajat 1 dan 2
Malabsorbsi makanan
Malaria
Malnutiris energi-protein
Mastitis
Mata kering
Migren
Miliaria
Miopia ringan
Moluskum kontagiosum
Morbili tanpa komplikasi
Napkin eczema
Obesitas
Otitis eksterna
Otitis media akut
Parotitis
Pedikulosis kapitis
Penyakit cacing tambang
Perdarahan saluran cerna bagian atas
Perdarahan saluran cerna bagian bawah
Perdarahan post partum
Perdarahan subkonjungtiva
Peritonitis
Pertusis
Persalinan lama
Pitiriasis rosea
Pioderma
Pitiriasis versikolor
Pneumonia aspirasi
Pneumonia, bronkopneumonia
Polimialgia reumatik
Pre-eklampsia
Presbiopia
Rabies
Reaksi anafilaktik
Reaksi gigitan serangga
Refluks gastroesofageal
Rhinitis akut
Rhinitis alergika
Rhinitis vasomotor
Ruptur perineum tingkat 1-2
Serumen prop
Sifilis stadium 1 dan 2
Skabies
Skistosomiasis
Status Epileptikus
Strongiloidiasis
Syok (septik), hipovolemik, kardiogenik, neurogenik)
Taeniasis
Takikardi
Tension headache
Tetanus
Tirotoksikosis
Tonsilitis
Tuberkulosis paru tanpa komplikasi
Urtikaria (akut dan kronis)
Vaginitis
Varisela tanpa komplikasi
Vertigo (Benign paroxysmal positional vertigo)
Veruka vulgaris
Vulvitis