MANTAP! RPH Makassar Akan Bangun Bintang 5, Begini Konsep Danny

Walikota Makassar Danny Pomanto

LIPUTAN8.COM – Selain mengongsep Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Bintang 5, Walikota Makassar , Danny Pomanto juga bakal membuat Rumah Potong Hewan (RPH) bitang 5 yang terintegrasi. Walikota berlatar arsitek ini mengklaim inovasi ini belum pernah ada di Indonesia, bahkan di dunia sekalipun, yakni RPH Bintang 5 yang terintegrasi dengan berbagai unsur.

Di RPH bintang 5 ini nanti, bakal ada pasar hewan, pembuatan pupuk kompos, pembuatan bio gas, dan pengolahan kulit dan tulang hewan untuk bahan kerajinan. “Jadi selain tempat pemotongan di RPH bintang 5 ini, kita juga akan membuat pasar hewan dan unggas juga, yah istilahnya terintegrasi dengan berbagai inovasi disana,”kata Danny.

Dia menjelaskan, integrasi tersebut dimulai dari pasar-pasar tradisional, dimana pihak PD Pasar akan mengumpulkan sisa sayuran atau sejenisnya untuk dibawa ke RPH guna dijadikan bahan pakan bagi hewan ternak, khususnya sapi dan kerbau.

Dengan begitu, higienis hewan yang diternak pada RPH nantinya cukup terjamin kesehatannya. Apalagi RPH bintang 5 ini nantinya akan ada khusus dokter hewan standby melakukan pemeriksaan rutin terhadap hewan yang akan dipotong.

“Respon pemerintah pusat begitu baik ke kita dengan kombinasi TPA bintang 5 dengan RPH bintang 5, dan kita berharap kedepan kita bisa dapat dana DAK dari pusat untuk memaksimalkan inovasi yang terintrgrasi ini.”ungkapnya.

Kepala Dinas DKP3, Rahman Bando, mengatakan, setelah ada RPH bintang 5, Pemerintah kota menginginkan kualitas daging yang diproduksi dari dari RPH bisa tambah baik lagi. Dengan begitu harga daging yang berasal dari RPH tersebut bisa dinaikkan sesuai standar.

“Tapi intinya kita ingin tingkatkan kualitas produksi daging di RPH, kita jaga higienisnya.”ucapnya. Olehnya, Rahman menambahkan, proses konsep RPH yang terintegrasi diharapkan bisa menjadi nilai tambah yang lebih baik. Ia menegaskan, suplai pupuk organik yang dihasilkan dari kotoran sapi, itu bisa digunakan pada lorong-lorong garden yang ada di kota Makassar.

Begitupun dengan pengelolaan bio gas yang diambil dari kotoran sapi manfaatnya sangat banyak untuk warga sekitar. “Itu bisa bermanfaat untuk dipakai sebagai sumber energi gas, kita bisa pakai memasak dan bila bio gas dipadukan dengan gas metan dari TPA itu bisa menghasilkan energi litrik yang besar.”pungkas Rahman.(riri/aco/liputan8)