Kejaksaan Didesak Usut Proyek Wisma Pramuka di Bulurokeng Makassar

Suasana aktivitas pramuka di Pusdiklat Bulurokeng Makassar.INT

LIPUTAN8.COM – Dewan Rakyat Antikorupsi (DERAK) kembali mendesak Kejaksaan Negeri Makassar mengusut dugaan tindak pidana korupsi proyek pusat pendidikan dan pelatihan (Pusdiklat) pemuda, olahraga dan pramuka Kota Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel). Dimana proyek itu menghabiskan anggaran Rp35 miliar melalui APBN dan APBD Makassar tahun 2013-2014.

Hingga saat ini Pusdiklat yang berada di Kelurahan Bulurokeng, Biringkanaya, Makassar sejauh ini belum rampung. Ironisnya, wisma pramuka tersebut tidak dimaksimalkan dalam kegiatan kepramukaan.

Ketua Umum DERAK Hamka Jarot mengatakan indikasi korupsi terhadap proyek itu karena pembangunannya tidak sesuai bestek. Bangunan dan fasilitas/sarana dan prasarana Pusdiklat tidak sesuai dengan perencenaan. Dimana seharusnya pembangunan pusdiklat memiliki 12 item fasilitas dan sarana. Termasuk empat wisma yang seharusnya dibanguna hanya dua yang terbangun.

Ke 12 item fasilitas dan sarana yang seharusnya di bangun diantaranya pintu gerbang Pusdiklat, pemagaran lokasi Pusdiklat kurang lebih 3 hektar, MCK perkemahan, outbond, jogging track, lapangan latihan tembak, 4 wisma, penghijauan,

“Kami minta kejaksaan mengusut tuntas dalam proyek itu. Diindikasi banyak penyelewengan anggaran yang menyebakan adanya kerugian negara,”ungkap Hamka Jarot.(riri/liputan8)