Respon Cepat Keluhan Publik, Diskominfo Makassar Perkenalkan Aplikasi “Sorot”

Aplikasi online "Sorot".

LIPUTAN8.COM — Kota Makassar terus memperlihatkan eksistensinya sebagai salah satu kota digital terdepan di Indonesia. Setelah memperkenalkan War Room sebagai pusat kendali smart city di kota Makassar, Pemerintah kota Makassar kembali akan meluncurkan aplikasi “Sorot“ untuk memberi respon cepat terhadap semua keluhan layanan publik warga kota Makassar.

“Ini aplikasi online yang menghubungkan langsung warga dengan unit kerja dan Pak walikota. Jadi betul – betul semua keluhan layanan publik yang disampaikan warga langsung sampai ke instansi yang berwenang, ada notifikasi jika keluhan sudah atau belum di tindak lanjuti. Ini sekaligus menjadi ukuran kinerja bagi SKPD yang terpantau langsung di smartphone Pak Walikota secara realtime,“ ujar Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Makassar, Muhammad Ismounandar sesaat setelah melakukan pertemuan dengan delegasi pengemban aplikasi “Sorot“ di ruang rapat War Room, lantai 10 gedung Balaikota Makassar, kamis (24/3/2016).

Aplikasi ini merupakan hasil kerjasama Pemkot Makassar dengan salah satu tokoh Smart City Indonesia, Prof.Dr. Suhono Harso Supangkat. “Sorot“ nantinya bisa dimanfaatkan masyarakat Makassar untuk melaporkan keluhan – keluhan fasilitas publik seperti sampah yang tidak diangkut, layanan air minum yang tidak jalan, macet, kesemrawutan parkir dan pedagang kaki lima, termasuk juga peristiwa kriminalitas yang terjadi. Melalui aplikasi ini, warga Makassar bisa mengunggah foto dan video, serta penjelasan tentang fasilitas atau peristiwa yang terjadi.

“Aplikasi ini akan bekerja di operasi system Android. Namun via sms juga tersedia. Selain itu, publik juga dapat mengukur kinerja pemerintah, karena di aplikasi ini tersedia satu kanal untuk melihat apakah keluhannya sudah di respon oleh pemerintah atau belum, “ lanjut ismounandar.

Sementara itu ditempat yang sama, Sity Insani, salah satu delegasi pengemban aplikasi “Sorot“ menjelaskan beberapa kemampuan yang dimiliki ” sorot ” dalam meretas sejumlah permasalahan di kota Makassar.

“Nantinya, Pemkot Makassar dapat melihat data pelaporan yang di sampaikan warga dalam bentuk grafik dan peta, sehingga dapat dipetakan permasalahan berdasarkan wilayah. Ini sekaligus meningkatkan keterlibatan publik dalam pembangunan kota serta perhatian Pemkot Makassar terhadap permasalahan di masyarakat, apalagi kita tahu saat ini Makassar merupakan salah satu kota terbesar di Indonesia dengan dinamika kota yang kompleks,“ ujar Sity Insani.

Terkait launching Aplikasi ini di kota Makassar, Ismounandar menjelaskan beberapa tahapan persiapan yang sedang di lakukan.

“Yang paling penting adalah sosialisasi ke masyarakat, karena bagaimanapun jika ini tidak di pahami dengan baik, tentu kinerjanya tidak maksimal. Termasuk juga pelatihan terhadap unit kerja yang terkait pelayanan langsung kepada publik seperti dinas kebersihan, PDAM, catatan sipil, dinas kesehatan, dinas pemadam kebakaran, dinas perhubungan, satpol PP, camat dan lurah, dan unit kerja lainnya, termasuk operator di War Room yang mengendalikan aplikasi ini secara realtime “ lanjut Ismounandar.

Menurutnya, pengoperasian aplikasi “sorot“ akan di kendalikan para operator di War Woom dan di Awasi langsung Walikota Makassar, Mohammad Ramdhan Pomanto.

“Pak wali menginginkan tahun ini ada percepatan yang lebih signifikan di semua layanan publik. Termasuk juga dalam hal pengambilan kebijakan yang berdasarkan data dan fakta yang riil di lapangan. Tentunya “Sorot“ menjadi salah satu alat ukur untuk memberikan penilaian kinerja di setiap instansi pemerintah kota Makassar,“ lanjut Ismounandar.‎ (aco/nto/liputan8)