Pilkada Takalar, Bur, Syamsari, Nojeng dan Hajjiku Menguat

LIPUTAN8.COM – Sedikitnya empat kandidat Bupati Takalar yakni Burhanuddin Baharuddin, Syamsari Kitta, Natsir Ibrahim Dg Nojeng serta Achmad Dg Se’re alias Hajjiku makin berpeluang maju di Pilbup 2017 mendatang.

Burhanuddin atau Bur berpeluang diusung PKPI dan Gerindra, Sementara Syamsari berpeluang diusung koalisi PKS dan PKB.
Adapun Natsir Ibrahim berpeluang diusung koalisi Golkar dan PDIP, sementara Hajjiku berpeluang diusung koalisi PPP, Nasdem dan PAN.

Selain keempat kandidat diatas, nama lainnya yang juga sering disebut yakni politisi PPP Andi Makmur Sadda, Ketua DPC Demokrat Takalar Ikrar Kamaruddin dan Ketua DPP PKPI Sulsel Susanna Kaharuddin.

Hal tersebut dikemukakan pemerhati politik dari Indeks Politika Indonesia (IPI) Suwadi Idris Amir, Minggu (28/2/2016).
Menurutnya, peluang keempatnya sangat terbuka.

“Apalagi pada pilkada lalu mereka mendapat suara yang cukup bersar, termasuk Andi Makmur Sadda,”ujar Suwadi.

Meski peluang tersebut ada, namun kans petahana Bur masih cukup bear, apalagi jika didukung banyak partai atau pasangan calon yang akan bertarung lebih dari tiga.

Dari segi kesiapan, Bur, Nojeng dan Syamsari kitta paling siap bertarung sebab ketiganya tak sulit mengumpulkan kendaraan politik.

“Bur selaku petahana pasti dilirik parpol walaupun namanya masih sering dikaitkan kasus bansos, Natsir Ibrahim selaku ketua Golkar dia juga punya kemampuan mengeksekusi parpol selain golkar, sedangkan Syamsari kitta dengan modal PKS 4 kursi tidak sulit cukupkan kebutuhan dukungan kursi sebab Syamsari figur yang cukup di perhitungkan,” jelasnya.

Selain ketiganya Andi Makmur juga masih memiliki kans cukup besar kembali maju bertarung. Sementara Ahmad Dg Sere untuk cabup kans cukup kecil tapi cawabup kans besar dilirik cabup.

“Dari gambaran data diatas, maka masih panggung figur figur lama seperti Bur, Natsir, Syamsari, Andi Makmur dan Ahmad Dg Se’re yang tetap unggul,”ucapnya.

Hal berbeda disampaikan Pengamat politik dari UIN Alauddi Dr Sabri yang menilai peluang petahan Bur tidak sekuat empat tahun lalu.

Sabri memprediksi jika peluang menang manakala ada koalisi kandiat, seperti jika bur menggandeng Hajjiku atau Syamsri menggandeng Nojeng atau Makmur Sadda, atau Syamsari berpasangan dengan Hajjiku.

“Jika terjadi koalisi antara kontertas pilkada lalu, maka peluang semakin terbuka, misalnya Syamsari dengan Hajjiku atau sebaliknya, artinya kalau ada kandiat yang mengalah dan bersedia dengan posisi calon wakil demi mencapai kemenangan maka peluan itu cukup besar”ujar Sabri.

informasi yang dikumpulkan koran ini sejumlah kandiat mulai membuka kran komunikasi untuk membangun koalisi. Seperti Hajjiku dengan Bur dan Syamsari.

Hajjiku sendiri yang dimintai tanggapannya mengaku tidak mempersoalkan bila pada akhirnya turun kasta untuk posisi calon wakil.

“Kalau memang masyaraat mengendaki saya maju untuk posisi calon wakil, saya akan bicarakan dengan tim dan keluarga,” jelas mantan anggota DPR RI ini.

Hajjiku yang tak lain merupakan menantu mantan bupati Takalar Ibrahim Rewa juga sedang membangun komunikasi dengan petahana Burhanuddin dan Syamsari .

“Kalau komunikasi saya tetap lakukan,” pungkasnya. (lpt8/fma)