Aksi Saling Dorong Warnai Perayaan Cap Go Meh

Ribuan orang berdsak-desakan untuk menyaksikan atraksi Barongsai, peragaan musik tradisional dan aneka kuliner sepanjang satu kilometer, Senin (22/2/2016) malam.

LIPUTAN8.COM – Seperti tahun sebelumnya, Jalan Sulawesi dipilih sebagai pusat perayaan Cap Go Meh. Rangkaian perayaan tahun baru Imlek ini berlangsung meriah. Terlihat dari banyaknya orang yang ‘membanjiri’ Jalan Sulawesi, Senin (22/2/2016) malam.

Perayaan Cap Go Meh diawali dengan ritual keagamaan di sejumlah vihara. Jalan menuju ke pusat perayaan ditutup sejak pukul 17.00 wita.

Tak hanya dihadiri oleh warga Tiong Hoa, perayaan Cap Go Meh ini juga dihadiri masyarakat umum Makassar. Tak ayal lagi, bisa dibayangkan kepadatan yang terjadi di Jalan Sulawesi malam tadi.

Ribuan orang berdsak-desakan untuk menyaksikan atraksi Barongsai, peragaan musik tradisional dan aneka kuliner sepanjang satu kilometer.

Salah seorang pengunjung, Asni, mengatakan, seharusnya pihak panitia membagi menjadi dua jalur dalam kegiatan ini. Hal ini, kata dia, agar tidak terjadi aksi saling dorong dan injak antarpengunjung.

“Saya setengah mati dijepit kiri dan dan kanan. Apalagi saya gendong anak,” tuturnya.

Sekedar diketahui, Perayaan Cap Go Meh merupakan puncak dari perayaan Tahun Baru Imlek. Kata Cap Go Meh sendiri berasal dari dialek Tiociu atau Hokkien yaitu Cap Go itu lima belas dan Meh itu malam. Artinya malam kelima belas. Warga Tionghoa memercayai para dewa akan berkumpul setiap 15 hari setelah tahun baru Imlek. (aco/fma)