Industri Lorong Merambah ke Pulau Barang Caddi

LIPUTAN8.COM — Memperbaiki taraf hidup warga kota adalah salah satu visi dan misi Pemkot Makasar. Guna mewujudkan hal itu dibutuhkan peran serta warga untuk menjadikan lorong mereka sebagai lorong produktif dan menghidupkan industri lorong.

Seperti halnya yang dilakukan warga di Pulau Barrang Caddi. Mereka membentuk industri lorong sesuai dengan karakteristik alam dan profesi mayoritas masyarakat.

Mengingat mayoritas warga adalah penghasil ikan, maka pihak Kelurahan Barrang Caddi sebagai perpanjangan tangan dari Pemkot Makassar, membina sedikitnya 20 industri lorong yang terbagi menjadi dua sasaran, yakni pengelolah industri Fiber dan abon ikan.

Industri perahu fiber dikelola langsung kelompok usaha bersama (KUB) Juluboritta, KUB Sikatutui, KUB Minasa Upa.
Sementara untuk pengelolah abon ikan dikelola KUB Mawar, KUB Pasir putih, KUB Melatih, KUB Bonetambu, KUB Sunu, KUB Gurita dan KUB Karang Lestari.

Industri tersebut memproduksi perahu fiber yang akan digunakan para nelayan. Untuk membuat satu unit kapal fiber, kelompok usaha tersebut mengeluarkan modal sekitar Rp 3,5 juta dan untuk sebagian hasil tangkapan akan dibuat menjadi abon ikan.

Untuk modal sendiri dari hasil penjualan ikan tangkapan yang dikumpul kemudian di jadikan modal membuat kapal fiber.

Mengingat banyak jumlah nelayan diwilayahnya, Lurah Barrang Caddi, Sitti Subaedah membagi beberapa kelompok. Dalam satu kelompok terdapat 5-10 anggota kelompok.

“Saya membagi mereka menjadi beberapa kelompok untuk mempermudah pembinaan,” kata Sitti Subaedah.

Terpisah, Camat Ujung Tanah, Andi Unru mengaku, pihaknya selalu aktif ke pulau untuk memantau perkembangan industri fiber, sekaligus menyerap aspirasi warga pulau.

“Kita selalu ke sana (pulau) untuk memantau perkembangan mereka. Kita turun langsung mendengarkan keluhan mereka,” kata Andi Unru.