Danny Jadi Tamu Kehormatan di Yonif 700 Rider

LIPUTAN8.COM — Sekelompok teroris bersenjata menculik Wali Kota Makassar, Mohammad Ramdhan ‘Danny’ Pomanto. Mereka menyekap sang wali kota dan meminta tebusan sebesar Rp 2 Triliun.

Berkat kesigapan dan ketangkasan Tim Anti Teror Batalyon Infanteri 700/Rider, aksi penculikan itu dapat digagalkan. Itulah sekelumit drama penyelamatan tahanan penculikan oleh teroris yang diperagakan oleh Tim Anti Teror Batalyon Infanteri 700/Rider saat Wali Kota Makassar, Danny Pomanto bersilaturahmi ke Batalyon Infanteri 700/Rider, Rabu (13/01/2016).

Danny menjadi tamu kehormatan di markas korps baju loreng. Danny disambut Komandan Batalyon Infanteri 700/Rider, Kolonel Infanteri Sapto Irianto dengan pemasangan baret dan pakaian loreng NKRI.

Di sana, sosok yang dikenal disiplin itu berkesempatan menyaksikan demonstrasi bela diri dari Merpati Putih Batalyon Infanteri 700/Rider, menanam pohon untuk penghijauan, serta menjajal kemampuan menembak pistol eksekutif, dan senapan laras panjang.

Saat menembak, Wali Kota Makassar, Danny Pomanto didampingi Komandan Batalyon Infanteri 700/Rider, Letkol. Inf. Sapto Irianto. “Saat menembak dibutuhkan ketenangan, fokus, dan konsentrasi,” ujar Letkol. Inf. Sapto Irianto.

“Pak Wali sudah ada bakat, beliau memiliki psikologi yang tenang,” lanjut Sapto. Saat menembak dari jarak 25 meter, Danny berhasil menjatuhkan dua lempeng sasaran. “Seumur hidup itu pak dicerita,” kelakar Danny usai menjatuhkan dua sasaran tembak. (hsp/lpt8)