Wali Kota Gandeng Anak Muda Makassar Dukung Smart City

LIPUTAN8.COM — Wali Kota Makassar, Ir. Mohammad Ramdhan ‘Danny’ Pomanto menggandeng anak muda Makassar untuk menyukseskan program Smart City melalui Kick of Rumah Software Indonesia Makassar Techno Park, Senin (14/12/2015), di kediaman pribadi wali kota Makassar, jalan Amirullah, Makassar.

Kick of dimeriahkan dengan Lomba Membuat Aplikasi Mobile Digital City untuk Makassar Bersih yang diikuti lima tim yaitu Alleki, Dream Team, Ad Team, ADT Team serta Tim e-Lisa.

“Aplikasi Alleki memungkinkan petugas memilih laporan yang ingin ditindaki dan mengubah statusnya menjadi proses dan selesai. Ketika laporan selesai, petugas wajib mengirimkan pesan apresiasi ke masyarakat, ” urai Sulfikar, Team leader Alleki.

Kelebihan aplikasi ini, ketika menindaki laporan dari masyarakat, petugas dapat memperoleh lajur menuju lokasi laporan melalui peta digital. Selain itu, petugas juga memperoleh poin ketika menyelesaikan laporan dan juga dapat melihat titik – titik laporan di peta.

Dream Team menciptakan aplikasi yang dinamai Baso (Bank Sampah Online) berbasis mobile yang dapat membantu pemerintah dalam mengatasi permasalahan kebersihan kota, khususnya penertiban pembuangan sampah, dan mengolahnya kembali menjadi barang yang bernilai ekonomis dengan menggunakan tempat sampah cerdas berbasis realtime monitoring.

Sementara itu, Ad Team menciptakan aplikasi Tangkasa Ekspres sebuah aplikasi kebersihan berbasis android yang menggunakan location based service dengan google maps untuk mengetahui lokasi pelapor, dan fitur calling on the way untuk memanggil petugas.

Lain lagi dengan aplikasi Pintar Parkir yang diciptakan oleh ADT Team yang merupakan aplikasi pelaporan parkir liar, dan parkir di bahu jalan yang menggunakan foto dan tag lokasi, laporan ini kemudian ditindaklanjuti oleh petugas. Sementara itu, eLisa merupakan aplikasi berbasis mobile yang dapat memonitor program Lihat Sampah Ambil (Lisa) milik Pemerintah kota (Pemkot) Makassar.

Wali Kota Makassar, Danny Pomanto kagum terhadap potensi yang dimiliki anak – anak muda Makassar dalam bidang teknologi informasi, “Makassar memiliki SDM yang punya talenta untuk mendukung smart city. Hari ini kita bisa menyaksikan aplikasi dari anak – anak muda yang dapat dimanfaatkan di commons room kita untuk mendukung smart city,” ujar Danny.

Smart City bisa menjadi salah satu solusi terhadap permasalahan kota seperti kemacetan, perbaikan jalan, kesehatan, pendidikan, mengurangi polusi udara, emisi karbon, dan sebagainya.

Danny menambahkan, anak – anak muda yang berkompetisi hari itu mampu mentransformasi tiga program strategis Pemkot Makassar,

“Kita bangga bisa menjadi bagian dari anak muda Makassar yang smart, anak – anak muda kita berhasil mentransformasi 3 konsep, lewat istilah – istilah lokal yang digunakan, konsep Sombere, Makassar Tidak Rantasa, dan Smart City,” lanjut Danny.

Direktur Teknologi dan Informatika Kementerian Perindustrian RI, Ignatius Warsito mendukung upaya Pemkot Makassar dalam mewujudkan smart city hingga mencapai level ideal, “Potensi Makassar sangat besar, kami akan mengajak kementerian yang lain untuk membantu agar rumah software Makassar bisa langgeng dan smart city bisa terwujud. Kami akan terus membantu dan mengawal hingga terwujud sampai pada tataran ideal,” ujar Warsito.

Kini Makassar telah menjadi hub untuk Indonesia tengah dan timur untuk techno park berbasis telematika, software dan animasi.

Dukungan terhadap Smart City juga datang dari Rektor Universitas Hasanuddin (Unhas), Prof. Dwia Ariestina Pulubuhu, yang mengakui program Smart City Makassar telah memenuhi tiga prasyarat yakni, infrastruktur, software, dan dukungan komunitas digital, “Unhas sebagai institusi mendukung apapun program yang digulirkan Pemkot Makassar, terkhusus Smart City, Pemkot Makassar telah berhasil memenuhi tiga prasyarat untuk mewujudkan Smart City, yaitu infrastruktur, aplikasi, dan komunitas,” ungkap Dwia.

Kompetisi hari itu dimenangkan berturut – turut juara I hingga V, Tim Alleki, Dream Team dengan aplikasi Baso, ADT Team dengan aplikasi Pintar Parkir, Tim eLisa, dan Ad Team dengan aplikasi Tangkasa Ekspres.

Menurut Kepala Dinas Informasi dan Komunikasi kota Makassar, Ismounandar, kegiatan hari itu untuk mewujudkan Smart City, dan mendukung pencapaian Makassar dua kali tambah baik, “Makassar Technopark menjadi inkubator berbagai penelitian yang bisa ditawarkan ke industri khususnya bidang teknologi informasi komunikasi sekaligus mendorong terciptanya sinergi antar berbagai pihak baik pemerintah, perbankan, perusahaan, dan masyarakat,” tutur Ismounandar.

Selain kompetisi yang diikuti komunitas digital, kick off hari itu juga diisi dengan penandatanganan MoU antara Pemkot Makassar dan Unhas dalam bidang pembangunan kawasan sains dan teknologi (Technopark) makassar. (hsp/lpt8)