Kejari Bidik Proyek Renovasi Gedung DPRD Makassar

LIPUTAN8.COM — Kejaksaan Negeri (Kejari) Makassar kini membidik proyek renovasi gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD)Kota Makassar tahun 2015 senilai Rp3,9 miliar.

Kepala Seksi Intelijen (Kasi Intel) Kejari Makassar, A Fajar Anugerah Setiawan, Kamis (10/12) mengatakan, saat ini pihaknya sedang melakukan pengumpulan data dan bahan
keterangan (pulbaket).

Menurut Andi Fajar, proyek ini diusut lantaran diduga mandek di tengah jalan. “Seharusnya proyek bisa diselesaikan tepat waktu. Namun saya mendapat informasi kalau pembangunannya terjadi banyak masalah. Itulah yang sedang kami telusuri,” tukasnya.

Menurut informasi, dalam pengerjaan proyek ini terjadi sejumlah kisruh. Mulai dari adanya gaji buruh yang tertunggak hingga pembayaran sejumlah material bangunan yang belum lunas.
Kejari juga menelisik adanya dugaan keterlibatan oknum anggota dewan dalam proyek ini.

PT Aiyangga Nusantara adalah perusahaan kontraktor yang memenangkan tender proyek pengerjaan renovasi gedung DPRD Makassar.

Menurut pelaksana pekerjaan plafon dan partisi atau rekan kerja dari PT Aiyangga Nusantara, sudah lebih dari 30 persen bahan material yang didistribusikan, namun belum sepersen pun dibayarkan. Padahal berdasarkan perjanjian awal pihak kontraktor (PT Aiyangga Nusantara) akan membayarkan seluruh material jika pemasangan sudah mencapai 30 persen.

Penanggung jawab pembangunan renovasi DPRD Makassar dari PT Mitra Ayiangga Nusantara, Hery Jarre membantah jika ada kerja sama dengan pihak lain mengenai material bangunan untuk renovasi Gedung DPRD Makassar.

Menurutnya, penarikan material bangunan yang terjadi di DPRD Makassar saat ini bukan dilakukan pihak lain namun atas pihak PT Mitra Ayiangga Nusantara. (rmm)