Banner-DPRD
Pilkada Sulsel

Dianggap Tak Maksimal, Tim Hukum LHD-Azas Protes KPU

LIPUTAN8.COM – Tim Hukum dan Advokasi Lutfi Halide-Andi Zulkarnaen Soetomo (LHD-AZAS), Djusman AR, meminta KPU Soppeng untuk memaksimalkan kinerjanya.

Warning yang disampaikan Djusman, yang juga dikenal sebagai aktivis antikorupsi itu, terkait tahapan Pilkada Soppeng yang terkesan tidak terlaksana dengan baik.

Djusman pun merujuk pada fakta lapangan. Menurutnya, berdasarkan pada tahapan kampanye calon bupati dan calon wakil bupati yakni 28 Agustus lalu, seharusnya KPU Soppeng sudah memasang alat peraga. Karena, lanjut Djusman berargumen, berdasarkan aturan KPU, itu menjadi domain lembaga penyelenggara pemilu tersebut.

Hanya saja, kata dia, sampai sekarang, alat peraga yang seharusnya menjadi domain KPUD Soppeng, tidak terpasang.

“Seandainya calon bisa memasang (alat peraga, Red) tidak ada masalah. Namun, itu kan tegas dilarang. Dan kita yang tahu hukum, jelas kita harus patuh. Hanya saja, menjadi persoalan karena KPUD Soppeng tidak maksimal menjalankan tugasnya,” kesal Djusman.

Lanjut, Djusman khawatir jika pemilih jeblok akibat sosialisasi yang kurang maksimal. Dan pesta demokrasi yang seharusnya menjadi ajang masyarakat, berjalan tidak sesuai yang diharapkan.

Untuk itu, Djusman mengingatkan KPUD Soppeng agar memaksimalkan kinerja mereka. Dengan harapan, pilkada yang demokratis, aman, damai, kondusif bisa terwujud di pilkada Soppeng.

Keluhan Djusman, memang terjadi hampir di semua kabupaten. Tak ayal, KPU dinilai tak siap lantaran sosialisasi nihil. “Perlu pembenahan secepatnya,” ungkapnya.

To Top