Pinrang Tuan Rumah Penanggulangan Penyelamatan Ibu Melahirkan

LIPUTAN8.COM – Sebanyak 20 daerah Kabupaten/Kota di Sulsel dipastikan akan belajar di Pinrang dalam rangka penanggulangan penyelamatan ibu melahirkan dan bagi bayi baru lahir. Ini sebagai rencana tindak lanjut yang telah diterapkan pada 4 kabupaten yang selama ini masuk dalam program EMAS-USAID.

Pinrang salah satunya daerah percontohan yang dinilai berhasil dalam program penyelamatan ibu malahirkan dan bagi bayi baru lahir. Dari jadwal dari group I dari 5 group, 2-3 September 2015 yang tiba di Pinrang, yaitu Kota Makassar, Pangkep, Barru dan Maros telah diterima Bupati Pinrang Aslam Patonangi, Rabu (2/9) di aula Rumah Sakit Umum Daerah Lasinrang Pinrang.

Dr Nurdin Perdana Provincial team leader program EMAS USAID, menjelaskan berdasarkan kunjungan lapangan dan pengecekan dokumen Standard Operational Procedure.
Maka Pokja penurunan AKI/AKB tingkat provinsi, POGI, IDAI dan IBI telah merekomendasikan RSUD Lasinrang, Pusat Kesehatan Masyarakat (PKM) Mattiro Bulu dan PKM Lampa disamping RSUD A Makkasau Parepare dinilai memadai sebagai tempat belajar untuk penguatan kalobarasi PONED dan PONEK pelayanan kesehatan ibu dan anak karena telah memiliki sistim rujukan dan fasilitas sesuai standar.

Sedang tujuan kunjungan itu agar dapat mengetahui tentang pendekatan yang dilakukan RSUD Lasinrang Pinrang dan RSUD A Makkasau Parepare dalam kasus Emergensi Maternal dan Neonatal/PONEK dan PONED.
Peserta tiap Kabupaten 8 orang terdiri Kepala Bappeda,DPRD, Kadis Kesehatan, Kabid Binkesmas, Direktur RSUD, Kabid Yanmed, Dokter Obgyn dan Dokter Ahli Anak.

Selanjutnya akan datang ke Pinrang 8-9 September Kota Palopo, Luwu Utara, Luwu Timur dan Luwu, 10-11 September dari Takalar, Bantaeng, Selayar dan Jeponto, 15-16 September Kota Parepare, Sinjai, Soppeng dan Bone, 17-18 September Sidrap, Enrekang, Toraja Utara dan Tana Toraja.

Bupati Pinrang Aslam Patonangi, menilai keberadaan EMAS-USAID di Pinrang sudah empat tahun memberikan dampak besar dalam menekan angka kematian ibu yang melahirkan dan bagi bayi yang baru lahir.

Begitupun ibu ibu yang berisiko tinggi dapat segera diantisipasi melalui pembimbingan yang dilakukan selama ini, Bupati mengucapkan selamat datang bagi peserta dari daerah, diharapkan ada interaksi dilapangan dan juga melakukan diskusi-diskusi setiap tempat yang dikunjungi. (*)