Hari Ini Suryadharma Ali Jalani Sidang Perdana

LIPUTAN8.COM – Mantan Menteri Agama Suryadharma Ali (SDA) dijadwalkan menjalani sidang perdananya di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) hari ini. Suryadharma didakwa atas perkara dugaan korupsi penyelenggaraan ibadah haji dan dugaan penyimpangan penggunaan dana operasional menteri (DOM).

“Pak SDA sudah siap menjalani sidang pertama,” kata pengacara Suryadharma, Humprey Djemat saat dikonfirmasi, Minggu (30/8).

Suryadharma menurut Humprey memang sudah menantikan sidang digelar di pengadilan. Sebab mantan Ketua umum PPP itu ingin proses hukum perkaranya segera selesai.

“Pak SDA sehat siap ikuti pembacaan dakwaan dari Penuntut Umum KPK,” ujarnya.

Sidang dijadwalkan digelar pukul 09.30 WIB. Hakim Aswijon akan memimpin Majelis Hakim dalam perkara Suryadharma dengan 4 Hakim Anggota yakni Sutio Jumagi Akhirno, Sutarjo, Ugo, dan Joko Subagyo.

Surat dakwaan Suryadharma akan menyeret banyak nama termasuk anggota DPR periode 2009-2014 yang tentunya kader partai. Dakwaan memang memuat pasal turut serta terhadap sejumlah orang yang ikut terlibat dalam perbuatan melawan hukum serta menikmati keuntungan haram dari penyelenggaraan ibadah haji.

“Ada yang dianggap mengambil manfaat dari penyelenggaran ibadah haji, tapi kenapa nggak jadi tersangka? Nama mereka akan disebutkan, tapi sampai saat ini nggak ada tersangka lain kecuali SDA. Kenapa bisa begitu? Apa hanya dikondisikan untuk mengorbankan SDA?” ujar Humprey.

Materi dakwaan juga akan mengulas dana operasional menteri yang disangkakan KPK telah terjadi penyimpangan. Namun Humprey bergegas membantah bila kliennya disebut melakukan penyelewengan duit yang sumbernya berasal dari APBN tersebut.

“DOM ini aneh karena Pak SDA nggak pernah juga pegang uang DOM, itu ada keperluan nanti diatur sekretaris, jadi setiap pengeluaran diatur sekretarisnya dan kalau memang ada kepakai, Pak SDA pasti ganti,” sebut Humprey memberi pembelaan.

Lagipula tim pengacara melihat keganjilan soal buku kas operasional penggunaan DOM pada tahun 2011-2014. “Bukunya hanya satu. Coba kalau kamu punya catatan 1 tahun buku sudah lecek, kita lihat waktu diperiksa masih bagus dan pulpennya warna sama,” lanjut Humprey.

Suryadharma disangkakan melakukan pidana sebagaimana Pasal 2 ayat 1 atau Pasal 3 jo. Pasal 18 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo. Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP jo. Pasal 65 ayat 1 KUHP. (dtk)