JPU Ajukan Banding Atas Vonis Dua Terdakwa Kasus Bansos

LIPUTAN8.COM — Jaksa Penuntut Umum (JPU) mengajukan banding atas vonis hukuman yang diberikan kepada terdakwa kasus dugaan korupsi dana bantuan sosial (Bansos) Sulsel, Mujiburrahman dan Abdul Kahar Gani.

JPU, Abdul Rasyid menyatakan, alasan mengajukan banding karena vonis yang dijatuhkan hakim atas keduanya jauh dari tuntuan jaksa. “Hukumannya sangat jauh dari tuntutan yang kami minta,” kata Rasyid, Minggu (9/8).

Sebelumnya dalam sidang putusan, Muji dan Kahar masing-masing dijatuhi hukuman penjara selama 1 tahun. Namun menurut Rasyid, hukuman tersebut sangat ringan dibanding dengan perbuatan terdakwa yang mengakibatkan terjadinya kerugian negara Rp8,8 miliar.
Rasyid menuntut terdakwa selama 3 tahun penjara, denda Rp50 juta, subsider 3 bulan kurungan.
“Kami berharap hakim tinggi akan mengabulkan tuntutan kami,” ujar Rasyid.

Majelis hakim yang diketuai Muhammad Damis menilai Muji dan Kahar terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana korupsi secara bersama-sama dan berlanjut. Hakim menilai terdakwa melanggar pasal 3 undang-undang pemberantasan tindak pidana korupsi.

Kedua terdakwa telah bekerjasama untuk menyelewengkan uang negara demi kepentingan pribadi. Mujiburrahman terbukti telah menerima uang bansos senilai Rp700 juta menggunakan selembar cek. Uang tersebut diperuntukkan untuk tujuh lembaga swadaya masyarakat yang tidak berhak menerima atau fiktif.

Begitu pula dengan Kahar. Melalui lima lembaga fiktif, Kahar mencairkan dana sebesar Rp 720 juta. Kedua terdakwa mengaku diperintah dan menyerahkan dana itu ke terdakwa lain kasus ini yakni mantan legislator Sulsel, Muhammad Adil Patu.

Damis mengatakan, menolak pembelaan terdakwa yang mengaku hanya diperintah. Menurut Damis, sebagai orang yang mengenyam pendidikan juga pengurus lembaga masyarakat terdakwa memiliki kecerdasan untuk menolak menandatangani atau menerima uang yang secara mekanisme tidak sesuai.

Damis menganggap hal yang meringankan karena terdakwa telah mengakui kesalahannya dan berbicara jujur di persidangan. Kerugian negara dalam kasus itu juga telah dikembalikan. (noah)