KPU Maros Kekurangan 3.000 Alat Peraga

LIPUTAN8.COM — Usai merampungkan tahapan pendaftaran dan verifikasi berkas pasangan bakal calon, KPU Maros memulai tahapan pemutakhiran data pemilih. Namun hal tersebut terkendala kurangnya alat peraga jenis stiker model AA.2-KWK.

“Stiker itu adalah tanda bukti pencocokan dan penelitian (coklit) yang ditempel di rumah warga usai didata. KPU kekurangan sebanyak 3.000 lembar, padahal stiker itu wajib dipasang usai data pemilih dimutakhirkan. Paling banyak kekurangan pada stiker model AA.2-KWK,” ujar Komisoner KPU Maros, Saharuddin, Kamis (6/8).

Saharuddin mengemukakan kekurangan ini, karena data warga yang memenuhi syarat memilih dari Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil, berbeda dengan jumlah riil dilapangan. “Data dari capil ini yang ingin kita mutakhirkan segera sebelum September. Sementara itu stiker juga harus secepatnya ditambah sesuai jumlah kekurangan,” ujarnya.

Kadis Kependudukan dan Capil Muh Nawir mengakui data dari pihaknya tidak 100 persen valid. Ada data warga yang dobel, meninggal, ada juga penambahan pemilih. Data itu juga berasal dari pendataan warga saat pembuatan e-KTP, sementara masih banyak warga yang belum terdata e-KTP.

“Kami berikan data sesuai permintaan KPU. Jadi data awalnya memang dari kami, KPU yang akan mempperbaharui data itu menjadi DP4,” jelasnya. (noah)