Pulang Ambil Formulir, Calon Siswi SMP Nyaris Diperkosa

LIPUTAN8 — AN (15) nyaris menjadi korban pemerkosaan oleh tetangganya sendiri, Daeng Siama (40) Selasa (30/6) siang. AN yang tidak menerima perlakuan senonoh sang tetangga mengadu ke orang tuanya. Pihak keluarga pun melaporkan kasus ini ke Polsek Panakkukang.
Korban AN didampingi ibunya di Polsek Panakkukang mengungkapkan, korban menerima perlakukan pelecehan seksual di wilayah Perumnas Antang. Ikhwal kejadian bermula ketika AN yang baru lulus SD berniat melanjutkan pendidikan di SMP 33. Namun karena standar nilainya tidak sampai, Daeng Siama pun menawarkan bantuan kepada korban, termasuk mengantarnya ke SMP 33 mengambil formulir pendaftaran.
“Awalnya saya dibonceng motor menuju ke SMP 33 mengambil formulir pendaftaran. Saya ikut saja, apalagi dia adalah tetangga saya sendiri yang sudah saya anggap sebagai keluarga. Pulang dari SMP 33,  pelaku membawa saya ke perkampungan Antang. Itu daerah yang baru saya datangi,” ujar AN.
Karena mulai malam, korban pun meminta  pulang, namun terlapor selalu berdalih sedang tidak enak badan.
“Saya selalu minta diantar pulang. Tapi dia selalu menolak dengan alasan lagi tidak enak badan,” katanya.
Sejurus kemudian, terlapor menyuruh AN mendekat.
“Saat saya sudah mendekat, dia meminta kepada saya untuk memegang kemaluannya sambil melorotkan celananya,”ungkap AN.
Karena terus dipaksa berbuat tidak senonoh, AN pun melarikan diri. Namun terlapor mengejar korban. Korban bahkan sempat dipeluk dan terus dipaksa berbuat tidak senonoh.
“Napaksa teruska Pak,”  kata AN. Karena merasa terancam, AN pun memberontak serta berteriak.
“Seandainya saya tidak teriak-teriak pelaku pasti memperkosa saya karena dia sudah nekat dan memaksaku memegang kemaluannya,” kata AN.
Karena terus memberontak, terlapor pun mengantar korban pulang. Di perjalanan, terlapor terus mengancam AN agar tidak menceritakan masalah itu ke keluarganya. AN juga diberi imbalan uang Rp 200 ribu.
“Pelaku bujuk saya dan membonceng saya pulang, sambil dia ancam saya kalau saya jangan membeberkan apa yang dia lakukan. Saya juga diberi uang Rp200 ribu tapi saya tolak,” kata AN.
Tiba di rumah, AN pun mengadu ke keluarganya. “Begitu dia (terlapor, red) sedang berkumpul bersama teman-temannya, saya bersama keluarga langsung ke kantor polisi melapor,” imbuhnya.
Karena lokasi kejadian di Manggala, tim penyidik Polsek Panakkukang mengarahkan laporan korban ke Polsek Manggala.
Kepala Bagian Humas Polrestabes Makassar Kompol Andi Husnaeni yang dikaonfirmasi BKM, Selasa (30/6) mengaku belum menerima laporan dari pihak PPA.
“Kami belum menerima laporan dari PPA terkait dengan adanya laporan pelecehan seksual,”singkatnya. (bkm)